Archive for March, 2008

Aku dan Kingdom Animalia

Monday, March 31st, 2008

Banyak belalang berlompatan kesana kemari, kemari lalu kesana lagi, satu diantara mereka terlihat lesu, tertunduk letih di pojok kampung, wajahnya coklat kehijau-hijauan namun tak ada satupun yang peduli, karena memang warna belalang demikian. Kita tinggalkan belalang, menoleh kekiri dan terlihatlah seekor onta dengan raut wajah sedih dan kening berkeriput, dagunya ditumbuhi rumput, bola matanya diberi label Rp.5.000,- giginya lebih kelihatan seperti segitiga samakaki, aneh juga kalau dilihat. Lelah berdiri dia merebahkan badannya, dua kaki depannya menapak di tanah sedangkan dua lainnya melambung tinggi kira-kira tiga meter dari tanah hingga keempat kakinya tampak seperti garis vertikal. Oh !! itu posisi handstand. Onta tersebut membuka lebar kedua kaki belakangnya, ia memang dikenal sebagai Paman Onta Ngangkang dengan jaket adidas pink, tanpa celana.

Paman onta jaket adidas pink punya teman baik, dia adalah penguin, hobinya membeli minyak tanah 3 liter di warung Bu Ijah, dua hari yang lalu ia tewas terinjak-injak oleh antrian massa yang berebut minyak tanah harga empat ribu, Paman onta ikut dalam antrian itu tepat dibelakang penguin, saat penguin menguap karena mengantuk setelah semalam begadang namatin game–Final Fantasy VII Crisis Core tiba tiba kaki Paman onta jatuh tepat di tengah tenggorokan penguin. Mati !!

Tepat didepan penguin ada kuda nil yang turut antri beli minyak tanah, dia kesana hanya disuruh oleh ibunya padahal ia sedang berlatih meniup api melalui hidung saat itu. Permainan meniup api melalui hidung cukup populer di kampung mereka, caranya adalah tarik nafas dalam-dalam lalu hembuskan pada api, banyak anak kecil yang menarik nafas dalam-dalam tepat didepan api dan menghembuskan ke teman di sebelah hingga keduanya tewas terbakar. Ibu mereka bangga bila anak-anaknya masuk pemberitaan tivi apalagi yang berwarna. Di lain tempat Paman onta berjalan tertatih karena pada kaki kanan depannya masih melekat penguin yang ia injak, dari jauh mirp seperti kaos kaki.

3 paragraf

Sunday, March 2nd, 2008

Seperti biasa…setelah matahari terbenam, langit gelap, bintang mulai ronda malam, persis seperti hansip perumahan yang keluar poskamling, poskamling singkatan dari pos poskamling, bisa juga dibaca poskamling keamanan lingkungan, lingkungan yang aman tak lepas dari ozone yang bersih, karena bersih adalah sebagian dari iman, padahal itu salah! sebagian dari iman adalah "im" . Karena nanti dikira bahasa bule, maka lebih baik  yang awal saja.

Pak hansip kembali berjalan melewati gang sempit tempat Bu ijah jualan rujak, rujak Bu ijah terkenal seantero kampung, padahal sebenarnya Bu ijah tidak berniat berjualan rujak, cita-citanya sewaktu kecil adlah menjadi gadis penjual korek api, namun para penduduk tidak percaya, maka ia pun membakar seluruh rumah  penduduk, dimulai dari gang tempat ia berjualan, semua tembok luluh lantak rata dengan tanah, kesimpulannya Pak hansip tadi tidak berjalan melewati gang sempit. Karena ia berjalan setelah terjadinya tragedi itu.

Lain Pak Hansip lain pula Pak dokter, jadi dokter tak bisa merangkap jadi tukang parkir, karena tukang parkir punya peluit, saat tukang parkir tertelan peluit, ia butuh dokter untuk mengoperasi tenggorokan,dokter segera menyuntikkan biusnya sebelum mengoperasi tukang parkir, agar ia tidak merasa sakit, Pak dokter lambat laun kian mengantuk, ternyata ia keliru memilih area suntik, warna kulit pak dokter dan tukang parkir sama persis, setelah di diagnosa ternyata mereka adalah saudara kandung, sedangkan sebagian besar musisi tak menyukai peluit untuk dijadikan alat musik, karena bunyinya monoton.